Akuntansi
7 Cara Agar Tagihan Termin Proyek Dibayar Tepat Waktu
Tim KONSYS.ID 2 menit baca
Keterlambatan pembayaran termin sering bukan karena pemberi kerja enggan membayar, melainkan karena dokumen tagihan belum lengkap atau terlambat diajukan.
Tujuh langkah
- 1Pahami syarat penagihan di kontrak: progres minimum, dokumen pendukung, dan alur persetujuan.
- 2Jadwalkan opname bersama sebelum titik termin tercapai, jangan sesudahnya.
- 3Siapkan paket dokumen standar: berita acara opname, laporan progres, foto, faktur, dan faktur pajak bila diperlukan.
- 4Periksa hitungan: potongan uang muka, retensi, dan pajak harus sesuai kontrak agar tagihan tidak dikembalikan.
- 5Ajukan segera setelah syarat terpenuhi dan catat tanggal pengajuannya.
- 6Tindak lanjuti secara sopan dan terjadwal, misalnya setiap minggu, dengan satu kontak yang jelas.
- 7Catat piutang dan umurnya agar terlihat tagihan mana yang mulai terlambat.
Tanda dokumen tagihan yang sering dikembalikan
- Progres di faktur berbeda dengan berita acara opname.
- Potongan uang muka atau retensi salah hitung.
- Identitas atau nomor kontrak tidak sesuai.
- Lampiran foto atau laporan progres tidak ada.
Artikel ini bersifat edukasi umum dan bukan nasihat pajak atau akuntansi. Ketentuan dapat berubah; pastikan perlakuan untuk kasus Anda dengan konsultan pajak atau akuntan.
Pertanyaan seputar topik ini
Bolehkah menagih bunga keterlambatan?
Hanya bila diatur dalam kontrak atau disepakati. Untuk proyek pemerintah, ikuti ketentuan dalam kontrak dan peraturan yang berlaku.
Bagaimana dengan retensi yang tak kunjung cair?
Catat tanggal akhir masa pemeliharaan, siapkan berita acara serah terima akhir, lalu ajukan pencairan sesuai kontrak.
Artikel lainnya
Diskusikan Kebutuhan Keuangan & Kontrol Proyek Anda
Jadwalkan sesi konsultasi dan demo interaktif bersama tim KONSYS untuk alur kerja yang relevan dengan perusahaan Anda.