Lewati ke konten utama
KONSYS.ID

Kurva S & Pengendalian Jadwal

Kurva S Otomatis dari RAB: Opname, Status Kritis PUPR & Earned Value

Bobot pekerjaan dihitung otomatis dari RAB. Pelaksana mengisi opname volume per item setiap minggu, sistem menggambar kurva rencana vs realisasi, menandai deviasi sesuai ambang PUPR, dan menghitung indikator Earned Value tanpa rumus Excel manual.

Tersedia di semua paket

Presisi bobot
4 desimal, Σ = 100%
Ambang kritis
10% / 5% (PUPR)
Indikator
SPI, CPI, EAC, SPI(t)

WBS & bobot langsung dari RAB / BoQ

Masukkan item pekerjaan (nomor, uraian, volume, satuan, harga satuan) atau impor RAB dari Excel. Bobot setiap item = jumlah harga ÷ total BoQ × 100%, disimpan dengan presisi 4 desimal sehingga total selalu tepat 100%.

  • Jadwal per item (minggu mulai–selesai) dengan distribusi merata atau distribusi kustom
  • Pengecekan otomatis total BoQ terhadap nilai kontrak (termasuk/tidak termasuk PPN)
  • Tabel Kurva S format standar: No, uraian, volume, harga, bobot, dan bobot rencana per minggu

Opname progres mingguan per item

Pelaksana atau mandor mengisi volume terpasang kumulatif per item WBS. Progres fisik dihitung dari volume, bukan dari perkiraan persen. Koreksi tercatat sebagai revisi, dan pengawas/PM dapat memverifikasi opname.

  • Opname terverifikasi menjadi dasar penagihan termin — sistem memberi peringatan bila progres tagihan melebihi opname terverifikasi
  • Foto progres dari WhatsApp tersimpan sebagai dokumentasi opname
  • Cetak dokumen opname & Kurva S, serta ekspor ke Excel

Status kontrak kritis mengikuti ambang PUPR

Deviasi = realisasi kumulatif − rencana kumulatif. Pada periode rencana 0–70%, keterlambatan lebih dari 10% ditandai KRITIS; pada 70–100%, ambangnya 5%. Garis batas kritis tampil langsung di grafik.

  • Status per minggu: Lebih cepat, Sesuai rencana, Terlambat, atau KRITIS
  • Indikasi tahap Show Cause Meeting (SCM I–III) bila status kritis berturut-turut — bersifat indikatif, bukan pengganti keputusan PPK
  • Acuan ambang: Permen PUPR 14/2020 jo. perubahannya dan Perlem LKPP 12/2021

Baseline, addendum & CCO

Setiap perubahan rencana (addendum, CCO, revisi jadwal) disimpan sebagai versi baseline baru. Baseline awal tetap tersimpan sehingga grafik bisa membandingkan rencana awal dengan revisi berjalan. Opname yang sudah diinput tidak ikut berubah.

Earned Value & Earned Schedule

Dari data yang sama, sistem menghitung PV, EV, dan AC (biaya aktual dari nota yang disetujui, opsional ditambah upah absensi), lalu indikator standar ANSI/EIA-748 dan PMBOK.

  • SV, CV, SPI, CPI, TCPI
  • EAC dengan dua metode (BAC/CPI dan CPI×SPI), ETC, VAC
  • Earned Schedule: ES, SV(t), SPI(t) dan prakiraan minggu selesai
  • Mode grafik progres fisik (%) dan nilai & biaya (Rp)

Seperti ini tampilannya di aplikasi

Bukan gambar mockup — ini antarmuka aplikasi yang sama, diisi data contoh. Silakan klik menu dan tab di dalamnya (dibuka di layar Workspace proyek & Kurva S).

Pertanyaan seputar Kurva S & Earned Value

Apakah kurva S bisa dibuat dari RAB Excel yang sudah ada?

Bisa. Gunakan wizard Import Excel untuk RAB/BoQ per proyek: unduh template atau petakan kolom file Anda, sistem memvalidasi setiap baris, lalu bobot dan rencana mingguan dihitung otomatis.

Bagaimana jika ada addendum atau CCO?

Perbarui item WBS lalu sinkronkan ke Kurva S. Rencana baru disimpan sebagai revisi baseline; baseline awal dan data opname tetap tersimpan.

Dari mana biaya aktual (AC) untuk EVM diambil?

Dari nota/pengeluaran proyek yang sudah disetujui di aplikasi. Upah dari absensi dapat diikutkan sesuai pengaturan proyek.

Apakah status kritis otomatis berarti kontrak bermasalah?

Status KRITIS adalah peringatan berdasarkan ambang deviasi PUPR. Indikasi tahap SCM ditampilkan sebagai panduan; keputusan tetap pada pengguna jasa/PPK sesuai kontrak.

Diskusikan Kebutuhan Keuangan & Kontrol Proyek Anda

Jadwalkan sesi konsultasi dan demo interaktif bersama tim KONSYS untuk alur kerja yang relevan dengan perusahaan Anda.