Lewati ke konten utama
KONSYS.ID

Akuntansi

Retensi Proyek Konstruksi: Pengertian, Cara Hitung, dan Pencatatannya

Tim KONSYS.ID 2 menit baca

Retensi adalah bagian tagihan yang ditahan pemberi kerja sebagai jaminan bahwa kontraktor akan memperbaiki cacat pekerjaan selama masa pemeliharaan. Besarnya umumnya 5% dari nilai kontrak.

Masalahnya, retensi jatuh tempo berbulan-bulan setelah proyek dianggap selesai. Tanpa pencatatan yang jelas, uang ini sering terlupa — padahal 5% bisa sama dengan seluruh margin proyek.

Cara menghitung retensi per termin

Retensi biasanya dipotong proporsional dari setiap termin. Contoh untuk kontrak Rp1 miliar (tanpa PPN) dengan retensi 5% dan tanpa uang muka:

TerminProgres periodeNilai progresRetensi 5%Ditagih
130%Rp300.000.000Rp15.000.000Rp285.000.000
240%Rp400.000.000Rp20.000.000Rp380.000.000
330%Rp300.000.000Rp15.000.000Rp285.000.000
Total100%Rp1.000.000.000Rp50.000.000Rp950.000.000

Sebagian kontrak memotong retensi sekaligus di termin terakhir, atau mengizinkan retensi diganti jaminan pemeliharaan. Selalu ikuti klausul kontrak Anda.

Pencatatan retensi di pembukuan

Retensi tetap hak kontraktor, sehingga saat termin ditagih, nilai retensi diakui sebagai piutang — tetapi dipisahkan dari piutang usaha biasa karena jatuh temponya baru setelah serah terima akhir (FHO).

Contoh jurnal sederhana saat menagih termin 1 di atas (sebelum PPN dan PPh, untuk menyederhanakan):

AkunDebitKredit
Piutang usahaRp285.000.000
Piutang retensiRp15.000.000
Pendapatan proyekRp300.000.000

Saat masa pemeliharaan berakhir

Setelah FHO, kontraktor menagih retensi. Saat dibayar, piutang retensi berkurang dan kas bertambah. PPN dan PPh final atas bagian retensi mengikuti saat penagihan dan pembayarannya.

Jika selama pemeliharaan kontraktor harus memperbaiki cacat, biaya perbaikan dibebankan ke proyek yang bersangkutan agar laba akhir proyek tetap akurat.

Tips agar retensi tidak hilang

  • Pisahkan akun piutang retensi dari piutang usaha.
  • Catat tanggal PHO dan lama masa pemeliharaan setiap proyek, lalu hitung tanggal jatuh tempo retensi.
  • Tinjau daftar piutang retensi per proyek setiap bulan bersama laporan umur piutang.
  • Simpan berita acara PHO dan FHO sebagai lampiran penagihan.
Alat gratisKalkulator Termin Proyek & Retensi

Artikel ini bersifat edukasi umum dan bukan nasihat pajak atau akuntansi. Ketentuan dapat berubah; pastikan perlakuan untuk kasus Anda dengan konsultan pajak atau akuntan.

Pertanyaan seputar topik ini

Berapa besar retensi proyek konstruksi?

Umumnya 5% dari nilai kontrak, tetapi besarnya ditentukan oleh kontrak masing-masing.

Kapan retensi dibayarkan?

Setelah masa pemeliharaan selesai dan serah terima akhir (FHO) dilakukan.

Apakah retensi termasuk pendapatan?

Nilai retensi adalah bagian dari nilai pekerjaan yang sudah dikerjakan, sehingga ikut diakui dalam pendapatan. Yang berbeda hanya waktu penerimaan kasnya, sehingga dicatat sebagai piutang retensi.

Artikel lainnya

Diskusikan Kebutuhan Keuangan & Kontrol Proyek Anda

Jadwalkan sesi konsultasi dan demo interaktif bersama tim KONSYS untuk alur kerja yang relevan dengan perusahaan Anda.