Lewati ke konten utama
KONSYS.ID

Pengadaan & Gudang

Pengadaan, Subkontraktor & Gudang dalam Satu Alur Procure-to-Pay

Setiap pembelian punya jejak: siapa yang meminta, siapa yang menyetujui, barang apa yang benar-benar diterima, dan tagihan mana yang dibayar. Tagihan pemasok dicocokkan otomatis dengan PO dan penerimaan barang sebelum menjadi hutang.

Paket Professional & Enterprise

Pencocokan
3-way match PO × BPB × invoice
Persediaan
Rata-rata bergerak
Subkon
Retensi, uang muka, PPh 4(2)

Permintaan Pembelian (PR) → Purchase Order

PR dibuat per proyek (opsional per item WBS) dengan alur Draf → Diajukan → Disetujui manajemen. PO dibuat dari PR yang disetujui atau langsung, dengan penomoran otomatis PO/TAHUN/BULAN/URUT.

  • PPN otomatis mengikuti status PKP pemasok
  • Tujuan pengiriman: langsung ke site atau ke gudang
  • Mandor juga bisa mengajukan kebutuhan material dari lapangan (via aplikasi atau WhatsApp) untuk diverifikasi terhadap sisa RAB

Penerimaan Barang (BPB) & Tagihan Pemasok

BPB mencatat barang yang benar-benar diterima. Barang ke site langsung menjadi biaya proyek; barang ke gudang menambah persediaan. Saat tagihan pemasok dicatat, sistem membandingkan harga PO × qty diterima terhadap invoice dengan toleransi yang bisa diatur.

  • Status pencocokan: Sesuai, Dalam Toleransi, atau Tidak Sesuai
  • Posting otomatis: D GRNI + D PPN Masukan / K Hutang Usaha; pembayaran: D Hutang Usaha / K Kas-Bank
  • Umur hutang per pemasok untuk mengatur prioritas pembayaran

Subkontrak (SPK) dan opname subkon

Kontrak subkontraktor per proyek dengan retensi, uang muka, dan PPh Final 4(2) jasa konstruksi. Subkon mengajukan opname progres (klaim), disetujui, lalu dibayar sebagian atau penuh.

  • Status SPK: Draf → Aktif → Selesai (PHO) → Ditutup (FHO)
  • Tarif PPh 4(2) mengikuti kualifikasi usaha subkon di master pemasok
  • Dokumen SPK, BA opname, dan bukti pembayaran dapat dicetak

Persediaan & gudang multi-lokasi

Saldo stok per gudang (pusat atau site) dengan metode rata-rata bergerak. Pengeluaran material ke proyek langsung membebani HPP proyek tersebut.

  • Mutasi antar gudang/site, penyesuaian, dan stock opname
  • Kartu stok per barang dengan saldo berjalan dan batas stok minimum
  • Mutasi material antar proyek agar HPP tiap proyek akurat tanpa pembelian ganda

Master pemasok & subkontraktor

NPWP dan status PKP (menentukan PPN), rekening bank, termin pembayaran, kualifikasi usaha subkon (dasar PPh 4(2)), dan daftar hitam.

Seperti ini tampilannya di aplikasi

Bukan gambar mockup — ini antarmuka aplikasi yang sama, diisi data contoh. Silakan klik menu dan tab di dalamnya (dibuka di layar Purchase order).

Pertanyaan seputar Pengadaan, Subkon & Gudang

Apa itu 3-way match?

Pencocokan tiga dokumen: purchase order (harga & jumlah yang dipesan), bukti penerimaan barang (jumlah yang benar-benar datang), dan invoice pemasok. Selisih di luar toleransi ditandai sebelum tagihan diposting.

Apakah wajib memakai gudang?

Tidak. PO bisa dikirim langsung ke site sehingga penerimaan barang langsung menjadi biaya proyek. Modul gudang dipakai bila Anda menyimpan stok.

Bagaimana retensi subkon dicatat?

Persentase retensi ditetapkan di SPK. Setiap pembayaran opname dipotong retensi dan PPh 4(2) sesuai kualifikasi subkon.

Diskusikan Kebutuhan Keuangan & Kontrol Proyek Anda

Jadwalkan sesi konsultasi dan demo interaktif bersama tim KONSYS untuk alur kerja yang relevan dengan perusahaan Anda.