Keuangan & Pajak
Apa itu Retensi?
Uang jaminan pemeliharaan / retention
Retensi adalah sebagian nilai tagihan (umumnya 5%) yang ditahan pemberi kerja sampai masa pemeliharaan selesai, sebagai jaminan kontraktor memperbaiki cacat pekerjaan.
Retensi dipotong dari setiap termin atau dari termin terakhir, sesuai kontrak. Uang ini tetap hak kontraktor, tetapi baru dibayarkan setelah serah terima akhir (FHO).
Di pembukuan, retensi dicatat sebagai piutang retensi, terpisah dari piutang usaha biasa, karena jatuh temponya jauh lebih lama.
Sebagai alternatif, sebagian kontrak mengizinkan retensi diganti dengan jaminan pemeliharaan dari bank atau asuransi, sehingga kontraktor menerima pembayaran penuh lebih cepat.
Baca panduan
Retensi Proyek Konstruksi: Pengertian, Cara Hitung, dan Pencatatannya
Di aplikasi KONSYS
Akuntansi & Keuangan
Double-entry, termin, PSAK 72/WIP, rekonsiliasi bank
Istilah terkait
- Masa PemeliharaanMasa pemeliharaan adalah periode setelah serah terima pertama (PHO) di mana kontraktor wajib memperbaiki kerusakan atau cacat pekerjaan.
- FHOFHO adalah serah terima akhir pekerjaan setelah masa pemeliharaan selesai dan seluruh perbaikan dipenuhi.
- TerminTermin adalah tagihan bertahap kontraktor kepada pemberi kerja berdasarkan progres pekerjaan yang telah dicapai dan disetujui.
- Jaminan PelaksanaanJaminan pelaksanaan adalah garansi dari bank atau asuransi yang diserahkan kontraktor kepada pemberi kerja untuk menjamin pekerjaan diselesaikan sesuai kontrak.
Kelola istilah ini langsung di satu sistem
KONSYS menghubungkan RAB, opname, termin, retensi, dan pajak dalam satu pembukuan proyek. Coba gratis atau minta demo.