Lewati ke konten utama
KONSYS.ID

Akuntansi

Software Akuntansi Kontraktor: 9 Fitur Wajib dan Cara Memilihnya

Tim KONSYS.ID 3 menit baca

Kontraktor punya pola keuangan yang berbeda dari toko atau perusahaan jasa biasa. Pendapatan datang per termin, ada retensi yang tertahan berbulan-bulan, biaya terjadi di banyak lokasi sekaligus, dan pertanyaan terpenting pemilik selalu sama: proyek ini untung atau rugi?

Karena itu, memilih software akuntansi kontraktor sebaiknya tidak dimulai dari daftar fitur yang paling panjang, melainkan dari pertanyaan: apakah software ini bisa menjawab untung-rugi per proyek tanpa saya harus mengolah ulang di Excel?

9 fitur yang wajib ada

FiturKenapa penting untuk kontraktor
Laba rugi per proyekLaporan laba rugi perusahaan saja tidak cukup; Anda perlu tahu proyek mana yang menyumbang rugi.
RAB vs realisasiBiaya aktual dibandingkan anggaran per proyek, idealnya dengan peringatan sebelum anggaran habis.
Penagihan terminNilai progres, potongan uang muka, retensi, PPN, dan PPh final dihitung dalam satu tagihan.
Piutang retensiRetensi tercatat terpisah agar tidak lupa ditagih setelah masa pemeliharaan.
Pajak konstruksiPPh final jasa konstruksi dan PPN dihitung dari data tagihan, bukan diketik ulang.
Nota dari lapanganBelanja mandor masuk sebagai biaya proyek yang diverifikasi, bukan tumpukan kertas di akhir bulan.
Absensi & upah tukangUpah harian, lembur, dan kasbon langsung menjadi biaya tenaga kerja per proyek.
Hak akses per peranMandor, PM, finance, dan direktur melihat hal yang berbeda; persetujuan tidak bisa dilewati.
Impor dari ExcelData proyek, RAB, pemasok, dan saldo awal bisa dipindahkan tanpa mengetik ulang.

Pertanyaan yang perlu diajukan saat demo

Demo yang baik memakai skenario Anda sendiri, bukan data contoh vendor. Minta vendor menunjukkan:

  1. 1Satu proyek dari kontrak sampai termin kedua: berapa laba kotornya saat ini?
  2. 2Nota belanja mandor di lokasi: bagaimana sampai ke kantor, siapa yang menyetujui, dan kapan menjadi jurnal?
  3. 3Tagihan termin dengan uang muka dan retensi: apakah angkanya sama dengan hitungan Anda?
  4. 4Apa yang terjadi bila biaya sebuah proyek mendekati RAB?
  5. 5Bagaimana memindahkan data dari Excel yang Anda pakai sekarang?

Kesalahan umum saat memilih

  • Memilih software akuntansi umum lalu berharap laporan per proyek bisa diakali dengan kode departemen atau tag.
  • Hanya melibatkan bagian keuangan, padahal data biaya justru berasal dari lapangan.
  • Membeli paket terbesar di awal. Mulailah dari satu atau dua proyek berjalan, lalu kembangkan.
  • Tidak mengecek apakah tim lapangan sanggup memakainya. Software yang tidak diisi lapangan tidak akan menghasilkan laporan yang benar.

Di mana posisi KONSYS

KONSYS dibuat khusus untuk kontraktor. Laporan laba per proyek, RAB vs realisasi dengan peringatan di ambang 80% dan 100%, penagihan termin dengan retensi dan pajak, serta Pusat Pajak sudah tersedia. Data lapangan seperti nota, absensi, dan laporan harian masuk lewat WhatsApp tanpa memasang aplikasi baru, lalu tetap diverifikasi kantor sebelum menjadi jurnal.

Anda bisa mencobanya gratis 14 hari dengan data proyek sendiri.

Artikel ini bersifat edukasi umum dan bukan nasihat pajak atau akuntansi. Ketentuan dapat berubah; pastikan perlakuan untuk kasus Anda dengan konsultan pajak atau akuntan.

Pertanyaan seputar topik ini

Apakah software akuntansi umum bisa dipakai kontraktor?

Bisa untuk pembukuan dasar, tetapi laporan per proyek, termin, retensi, dan biaya lapangan biasanya harus diolah manual di luar sistem.

Berapa lama implementasinya?

Untuk kontraktor kecil-menengah yang datanya sudah di Excel, impor data dasar umumnya bisa selesai dalam hitungan hari. Yang lebih lama adalah membiasakan tim lapangan melapor.

Artikel lainnya

Diskusikan Kebutuhan Keuangan & Kontrol Proyek Anda

Jadwalkan sesi konsultasi dan demo interaktif bersama tim KONSYS untuk alur kerja yang relevan dengan perusahaan Anda.