Lewati ke konten utama
KONSYS.ID

Akuntansi

Pembukuan Sederhana untuk Kontraktor Kecil: Mulai dari Lima Kebiasaan Ini

Tim KONSYS.ID 2 menit baca

Banyak kontraktor kecil menjalankan usaha dari satu rekening dan satu buku catatan. Selama proyek sedikit hal ini masih bisa diingat, tetapi begitu proyek bertambah, tidak ada yang tahu lagi proyek mana yang menghasilkan uang.

1. Pisahkan uang pribadi dan uang usaha

Gunakan rekening khusus usaha. Bila pemilik mengambil uang untuk keperluan pribadi, catat sebagai prive, bukan biaya proyek.

2. Catat setiap transaksi per proyek

Setiap pengeluaran diberi label proyek dan kategori: material, upah, alat, subkon, atau operasional. Tanpa label proyek, laba per proyek tidak bisa dihitung.

3. Simpan bukti

Nota, kuitansi, bukti transfer, dan bukti potong pajak disimpan dan dikaitkan dengan transaksinya. Foto nota jauh lebih baik daripada tidak ada bukti sama sekali.

4. Catat hutang dan piutang

Tagihan ke pemberi kerja yang belum dibayar adalah piutang; belanja tempo ke toko adalah hutang. Keduanya sering terlupa karena belum ada uang yang berpindah, padahal mempengaruhi laba dan kas.

5. Cocokkan dengan rekening setiap bulan

Bandingkan saldo di catatan dengan saldo rekening bank setiap akhir bulan. Selisih biasanya berasal dari transaksi yang lupa dicatat.

Kas atau akrual?

Pembukuan basis kas mencatat saat uang berpindah; basis akrual mencatat saat hak atau kewajiban timbul. Untuk mengetahui laba proyek yang sebenarnya, basis akrual lebih tepat karena memperhitungkan tagihan dan hutang yang belum dibayar. Untuk kewajiban pembukuan pajak, ikuti ketentuan yang berlaku bagi usaha Anda.

Artikel ini bersifat edukasi umum dan bukan nasihat pajak atau akuntansi. Ketentuan dapat berubah; pastikan perlakuan untuk kasus Anda dengan konsultan pajak atau akuntan.

Pertanyaan seputar topik ini

Apakah cukup dengan Excel?

Untuk satu-dua proyek, Excel yang rapi cukup. Saat proyek dan transaksi bertambah, risiko salah rumus dan data terpisah meningkat sehingga software khusus menjadi lebih efisien.

Kapan perlu akuntan?

Saat perusahaan perlu laporan keuangan untuk bank, tender, atau pajak yang lebih kompleks, atau saat transaksi sudah terlalu banyak untuk dikelola pemilik sendiri.

Artikel lainnya

Diskusikan Kebutuhan Keuangan & Kontrol Proyek Anda

Jadwalkan sesi konsultasi dan demo interaktif bersama tim KONSYS untuk alur kerja yang relevan dengan perusahaan Anda.