Manajemen Proyek
Jenis Jaminan dalam Proyek Konstruksi dan Cara Mencatatnya
Tim KONSYS.ID 2 menit baca
Hampir setiap proyek konstruksi, terutama proyek pemerintah dan proyek besar swasta, meminta jaminan dari kontraktor. Jaminan melindungi pemberi kerja bila penyedia tidak memenuhi kewajibannya.
Jenis jaminan
Dalam pengadaan pemerintah dikenal lima jenis jaminan:
| Jaminan | Fungsi | Kapan |
|---|---|---|
| Penawaran | Menjamin penawar tidak mundur setelah menawar | Saat pemilihan penyedia, bila dipersyaratkan |
| Sanggah banding | Syarat mengajukan sanggah banding | Saat sanggah banding |
| Pelaksanaan | Menjamin pekerjaan diselesaikan sesuai kontrak | Sebelum tanda tangan kontrak |
| Uang muka | Menjamin uang muka yang diterima penyedia | Sebelum uang muka dibayarkan |
| Pemeliharaan | Menjamin perbaikan cacat selama masa pemeliharaan | Setelah pekerjaan selesai, sebagai pengganti retensi bila dipilih |
Besaran mengikuti dokumen pemilihan dan kontrak. Dalam banyak dokumen kontrak pemerintah, jaminan pelaksanaan lazim sebesar 5% dari nilai kontrak dan jaminan uang muka senilai uang muka yang diberikan. Selalu cek ketentuan di dokumen proyek Anda.
Bentuk jaminan
Jaminan umumnya berupa bank garansi atau surety bond dari perusahaan asuransi. Bank garansi biasanya meminta setoran jaminan (kolateral) di bank, sehingga mengikat sebagian kas perusahaan. Surety bond umumnya tidak meminta setoran sebesar itu, tetapi ada premi.
Masukkan biaya penerbitan jaminan ke perhitungan harga penawaran Anda.
Jaminan pemeliharaan vs retensi
Retensi adalah bagian pembayaran yang ditahan pemberi kerja selama masa pemeliharaan. Jaminan pemeliharaan bisa menggantikan retensi: pembayaran diterima penuh, dan sebagai gantinya kontraktor menyerahkan jaminan. Bagi arus kas, jaminan pemeliharaan sering lebih menguntungkan karena uang tidak tertahan.
Cara mencatat di pembukuan
- Setoran jaminan di bank: aset (kas yang dibatasi penggunaannya), bukan biaya.
- Biaya provisi bank garansi atau premi surety bond: biaya proyek terkait.
- Catat masa berlaku tiap jaminan dan tanggal pengembaliannya agar setoran tidak terlupakan setelah proyek selesai.
Sumber & rujukan
Artikel ini bersifat edukasi umum dan bukan nasihat pajak atau akuntansi. Ketentuan dapat berubah; pastikan perlakuan untuk kasus Anda dengan konsultan pajak atau akuntan.
Pertanyaan seputar topik ini
Apakah proyek swasta wajib memakai jaminan?
Tidak wajib, tetapi sering diminta pemberi kerja besar. Bentuk dan besarannya mengikuti kesepakatan dalam kontrak.
Kapan jaminan pelaksanaan dikembalikan?
Umumnya setelah pekerjaan selesai dan diserahterimakan sesuai kontrak; ikuti ketentuan dalam dokumen kontrak Anda.
Artikel lainnya
Diskusikan Kebutuhan Keuangan & Kontrol Proyek Anda
Jadwalkan sesi konsultasi dan demo interaktif bersama tim KONSYS untuk alur kerja yang relevan dengan perusahaan Anda.