Progres & Jadwal
Apa itu Kontrak Kritis?
Kontrak kritis adalah status keterlambatan proyek yang ditentukan dari deviasi Kurva S: terlambat lebih dari 10% saat rencana progres 0–70%, atau lebih dari 5% saat rencana 70–100%.
Status ini lazim dipakai pada proyek pemerintah sesuai pedoman PUPR. Begitu proyek masuk kontrak kritis, pengguna jasa mengadakan rapat pembuktian (show cause meeting) yang menyepakati target percepatan dan diuji dalam periode uji coba.
Kontrak juga dapat dinyatakan kritis bila keterlambatannya di bawah batas tersebut, tetapi pekerjaan diperkirakan tidak selesai dalam waktu pelaksanaan.
Memantau deviasi mingguan memungkinkan kontraktor bertindak sebelum batas kritis tercapai, bukan setelah dipanggil rapat.
Baca panduan
Cara Membuat Kurva S Proyek Konstruksi: Bobot, Jadwal, dan Deviasi
Di aplikasi KONSYS
Kurva S & Earned Value
WBS & bobot, opname, status kritis PUPR, SPI/CPI
Istilah terkait
- Kurva SKurva S adalah grafik progres kumulatif proyek terhadap waktu — rencana dibandingkan realisasi — yang bentuknya menyerupai huruf S.
- OpnameOpname adalah pemeriksaan dan pengukuran bersama atas volume pekerjaan yang benar-benar sudah terpasang di lapangan pada periode tertentu.
- Earned ValueEarned value adalah metode yang menggabungkan progres fisik, jadwal, dan biaya untuk menilai kinerja proyek melalui indeks SPI (jadwal) dan CPI (biaya).
Kelola istilah ini langsung di satu sistem
KONSYS menghubungkan RAB, opname, termin, retensi, dan pajak dalam satu pembukuan proyek. Coba gratis atau minta demo.